Virus Babi Merebak di Papua Tengah, Masyarakat Beralih Konsumsi Daging
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. “Pemerintah akan terus bekerja keras agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan penuh sukacita,” tegas Anwar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, I Dewa Ayu Dwita, menjelaskan bahwa virus ASF pertama kali terdeteksi di daerah ini pada 8 November 2024. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat, termasuk mengambil sampel darah babi yang mati untuk diuji.
Hasil laboratorium dari Balai Veteriner Jayapura kemudian mengonfirmasi bahwa virus ASF menjadi penyebab kematian babi di Nabire. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Peternakan Nabire menerapkan prosedur standar, seperti penyemprotan disinfektan di kandang ternak dan pelarangan keluar masuk ternak babi.
“Kami juga telah mengeluarkan surat edaran bupati terkait larangan distribusi ternak babi di wilayah ini,” kata Ayu.







Comment