Upaya kajian tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa peningkatan produksi pertanian merupakan bentuk akselerasi menghadapi tantangan global.

“Untuk terus memperkuat stok pangan khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok dalam negeri, bahkan dibutuhkan di seluruh dunia,” katanya.

Dr Ir Arief Hartono MSc Agr menambahkan efek positif Biosaka yang selama ini diklaim sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi serangan hama penyakit tanaman dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik harus dilihat secara hati-hati.

“Mungkin saja efek ini terlihat karena petani menurunkan dosis pupuk dari zona toksik ke zona normal atau zona kecukupan yang diperlukan oleh tanaman,” katanya lagi.

Menurutnya, Tim Kajian Biosaka IPB menilai Biosaka mungkin dapat memberi efek psikologis ke petani ketika harus menurunkan dosis pupuk kebiasaan yang berlebihan ke dosis rekomendasi, sehingga petani akan merasa aman menerapkan dosis pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman ketika dibarengi aplikasi Biosaka.