Terjadinya Fenomena Gerhana Matahari Sebagian 25 Oktober 2022
Hari ini tepatnya 25 Oktober 2022 sebenarnya terjadi Fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian. Namun, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari Indonesia.
Gerhana tersebut hanya dapat dilihat di sebagian besar Eropa, Asia Tengah, Asia Selatan dan Rusia bagian Barat. Wilayah yang mengalami fenomena gerhana tersebut pada umumnya akan mengalami pasang purnama, yakni pasang tertinggi yang terjadi saat Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus.
Fenomena ini terjadi mulai pukul 08.58.21 UT atau 15.58.21 WIB dan berakhir pada pukul 13.02.18 UT atau 20.02.18 WIB. Puncak Gerhana Matahari sebagian terjadi pada pukul 11.00.11 UT atau 18.00.11 WIB.
Gerhana yang terjadi pada 25 Oktober 20222 ini merupakan gerhana ke-55 dari 73 gerhana dalam siklus Saros 124. Lebar maksimum gerhana bisa mencapai 86,11 persen lebar sudut Matahari.
Gerhana Matahari sebagian adalah fenomena alam ketika sebagian permukaan Matahari yang teramati dari Bumi terhalang oleh Bulan. Hal tersebut terjadi ketika bayangan inti (umbra) Bulan tidak jatuh di permukaan Bumi, sehingga hanya bayangan semu (penumbra) Bulan saja yang jatuh ke permukaan Bulan.
Untuk menyaksikan Gerhana Matahari harus menggunakan pelindung mata khusus. Karena dampak melihat langsung fenomena alam tersebut walaupun hanya beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata. Akibat adanya radiasi tinggi dari fotosfer Matahari, manusia yang melihatnya dapat mengalami kebutaan.







Comment