Pandemi COVID-19 nyatanya belum benar-benar berakhir. Kemenkes mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penularan Covid-19 subvarian Omicron XBB yang sudah terdeteksi di Indonesia.

Melansir dari laman Kemkes.go.id, varian XBB di Singapura kini melonjak tajam bahkan mencapai 0,79 kali dari gelombang sebelumnya. Lonjakan ini juga menyebabkan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

Bahkan pekan lalu dilaporkan bahwa kasus COVID-19 baru di Negeri Merlion itu meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sehari. Para Ahli memastikan penyebabnya adalah XBB yang masuk dalam Subvarian sama di Hong Kong.

Sebagaimana yang dialami pasien pertama subvarian XBB di Indonesia gejala awal Covid-19 XBB yang dialami pasien cenderung ringan seperti batuk, pilek dan demam. Meski begitu masyarakat tetap perlu waspada karena subvarian satu ini disebut lebih menular dibandingkan subvarian lainnya.

Perlu diketahui, kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Subvarian XBB ini pertama kali terdeteksi di India pada Agustus 2022 dan akhirnya menyebar ke sejumlah negara termasuk Jepang, Filipina, Denmark, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Thailand, hingga Indonesia.