katamerdeka.com –Ribuan pekerja honorer dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (3/2/2024).

Massa aksi bahkan sempat menutup Jalan Gatot Subroto dan jalur TransJakarta, menuntut agar aspirasi mereka didengar langsung oleh para wakil rakyat.

Para demonstran menuntut agar status mereka sebagai pegawai honorer diubah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan status penuh waktu, bukan hanya paruh waktu.

Aksi ini diikuti oleh pekerja honorer dari berbagai sektor, termasuk tenaga kesehatan dan pendidikan.

Awalnya, meski demonstrasi berlangsung, jalur busway TransJakarta masih bisa dilalui kendaraan.

Namun, di tengah orasi yang semakin memanas, massa mulai menutup jalur TransJakarta sebagai bentuk desakan kepada DPR untuk segera merespons tuntutan mereka.

Penutupan jalan ini tidak berlangsung lama setelah perwakilan massa mendapat kabar bahwa mereka akan diterima oleh pimpinan DPR. “Nanti jam 11 akan ada perwakilan yang masuk ke dalam,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.

Selain berorasi, para demonstran juga membentangkan berbagai spanduk berisi tuntutan dan sindiran. Salah satu spanduk bertuliskan:
“Sudah kerja full waktu dapet status PPPK paruh waktu apa kata dunia,” sebagai bentuk kekecewaan atas status kerja mereka.

Ada pula spanduk dari pekerja honorer di sektor kesehatan asal Pandeglang yang berbunyi:
“Kami honorer Pandeglang menuntut janji, kami butuh kepastian bukan janji manis, semanis diabetes melitus, angkat kami jadi PPPK full waktu.”

Aksi ini mencerminkan keresahan para pekerja honorer yang selama bertahun-tahun menunggu kepastian status kerja mereka.

Mereka berharap hasil pertemuan dengan DPR dapat memberikan solusi konkret terhadap nasib ribuan honorer di seluruh Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara perwakilan demonstran dan pimpinan DPR masih berlangsung. Massa di luar gedung DPR tetap bertahan sambil menunggu hasil dari audiensi tersebut.