Apa itu resesi ekonomi? Beberapa hari ini istilah resesi ekonomi semakin sering terdengar dan diucapkan baik dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi pembahasan di berbagai media sosial. Kira-kira apa sebenarnya resesi ekonomi itu? Berikut ini pembahasan lebih jelas mengenai resesi ekonomi mulai dari pengertian, penyebab hingga dampaknya.

Pengertian Resesi Ekonomi

Menurut Wikipedia, resesi ekonomi ini adalah sebuah kemerosotan. Hal ini menggambarkan kondisi ketika GDP atau produk domestik bruto menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi rill bernilai negatif selama lebih dari satu tahun atau dua kuartal.

Resesi ekonomi adalah adanya penurunan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan dan berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Terjadinya resesi ekonomi ini bisa menjadi pemicu adanya penurunan keuntungan perusahaan, meningkatnya angka pengangguran dan menyebabkan kebangkrutan ekonomi.

Penyebab Resesi Ekonomi

Berikut ini beberapa penyebab dari adanya resesi ekonomi yang kita rangkum dari beberapa sumber, yaitu:

1. Guncangan Ekonomi

Guncangan ekonomi ini salah satunya dikarenakan adanya peristiwa yang tidak terduga dan bisa menganggu ekonomi secara meyeluruh dan luas. Contohnya, adanya bencana alam, serangan teroris dan kondisi yang baru saja dialami seperti adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

2. Inflasi

Inflasi ini merupakan kondisi naiknya suatu harga barang atau jasa secara terus menerus. Adanya inflasi yang berlebihan ini bisa menyebabkan daya beli masyarakat menjadi melemah sehingga produksi barang hingga jasa menjadi menurun.

Inflasi ekonomi ini dianggap berbahaya, karena bisa menjadi pemicu adanya pengangguran, kemiskinan dan akan berujung pada resesi.

3. Suku Bunga Tinggi

Adanya inflasi ternyata juga berdampak pada kenaikan suku bunga dari bank sentral. Suku bunga yang manjadi tinggi ini dilakukan untuk melindungi nilai mata uang. Namun, jika terjadi secara besar-besaran pebankan akan menjadi kolaps.

4. Deflasi

Deflasi ini merupakan kebalikan dari inflasi. Terjadinya deflasi ini bisa dilihat dari adanya penurunan harga dari barang atau jasa yang terjadi terus menerus.  Adanya deflasi yang berlebihan ternyata bisa merugikan pihak penyedia barang atau jasa.

5. Perkembangan Teknologi

Teknologi yang semakin berkembang pesat ternyata secara tidak langsung juga berdampak pada resesi ekonomi. Contohnya, adanya AI (Artifical Intelligence) dan robot yang bisa menggantikan pekerjaan manusia.

Apabila ini terjadi secara besar-besaran dan tidak terkendali, maka akan banyak orang atau pekerja menjadi pengangguran.

6. Gelembung Aset

Gelembung aset ini merupakan fenomena yang terjadi di pasar properti hingga saham. Jika ada investor yang terlalu gegabah dalam mengabil keputusan, maka bisa merusak harga pasar.

Dampak Resesi Ekonomi

Berikut ini beberapa dampak yang terjadi akibat adanya resesi ekonomi, yaitu:

  • Bagi Pemerintah

Adanya resesi ekonomi ini bisa membuat pendapatan negara dari pajak dan non pajak akan menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan karena pendapatan dari masyarakat menurun.

Saat pendapatan negara sedang merosot, pemerintah tetaplah dituntut untuk membuka lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran. Sehingga menyebabkan pinjaman ke bamk asing semakin tinggi.

Adanya penurunan pendapatan pajak hingga meningkatnya pembayaran kesejahteraan bisa mengakibatkan defisit anggaran serta tingginya utang yang dimiliki oleh pemerintah.

  • Bagi Perusahaan

Bagi pelaku bisnis, adanya resesi ini bisa berpotensi terjadinya kebangkrutan. Hal ini terjadi karena daya beli masyarakat yang semakin menurun sehingga pendapatan perusahaan akan menjadi kecil. Sehingga, beberapa bisnis perusahaan akan menutup area bisnisnya yang tidak menguntungkan.

  • Bagi Pekerja

Adanya efisiensi sebuah perusahaan bisa berdampak pada para pekerja. Area bisnis yang ditutup bisa membuat pekerja di PHK. Jika banyak terjadi perusahaan yang melakukan PHK, artinya angka pengangguran akan semakin banyak.

Tingginya angka pengangguran bisa membuat terjadinya ketidakstabilan sosial, sehingga bisa mengarah kepada vandalisme dan kerusuhan di dalam masyarakat.