Proses persiapan menuju pementasan ini melibatkan kerja keras yang luar biasa dari seluruh tim produksi, termasuk Raisa sendiri yang harus beradaptasi dengan format pementasan yang menggabungkan berbagai disiplin seni. Dalam sesi latihan yang berlangsung di Jakarta, Raisa mengakui bahwa transisi peran ini bukanlah hal yang mudah. Ia dituntut untuk menanggalkan citra lembut yang selama ini melekat pada dirinya sebagai penyanyi pop, demi memenuhi ekspektasi sutradara Rusmedie Agus yang menginginkan sosok Srikandi yang berwibawa. Tantangan ini mencakup penguasaan dialog, pendalaman emosi karakter, hingga penyesuaian gestur tubuh agar terlihat lebih ksatria di atas panggung. Meskipun merasa kesulitan, Raisa terus didorong untuk terus berlatih guna mencapai standar performa yang diinginkan dalam pertunjukan yang mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara tersebut.

Selain aspek akting, elemen musik menjadi pilar utama yang memperkuat atmosfer pertunjukan. Raisa akan membawakan lagu berjudul Cahaya Hati yang aransemennya dipercayakan kepada musisi Eross Candra. Lagu ini dirancang untuk menjadi pengiring perjalanan emosional karakter Srikandi sepanjang pertunjukan. Kehadiran lagu ini semakin memperkaya arsitektur musikal yang disusun oleh Pengarah Musik Elwin Hendrijanto dan Konduktor Avip Priatna, yang menggabungkan orkestra megah dengan dentang syahdu dari 50 jenis alat musik tradisional Nusantara. Kolaborasi ini melibatkan banyak nama besar di industri musik Indonesia, menciptakan sebuah ansambel yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi penonton yang hadir di Indonesia Arena.