Pesan Terakhir Pramugari Indira Seviana Bela kepada Sang Ibu Sebelum Menghilang dalam Kebakaran Glodok Plaza
Katamerdeka.com – Seviana Bela, seorang pramugari, sempat mengirim pesan kepada ibunya melalui WhatsApp pada Rabu (15/1/2025) sebelum dinyatakan hilang akibat kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta Barat, yang terjadi malam itu.
Pesan tersebut menjadi komunikasi terakhir Indira dengan sang ibu sebelum tragedi tersebut terjadi. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui dan ia masuk dalam daftar korban hilang dalam kebakaran tersebut.
Dalam percakapan terakhirnya, Indira berpamitan kepada ibunya karena berencana keluar setelah menyelesaikan ujian.
Diah, sepupu Indira, mengisahkan bahwa dalam pesan singkatnya, Indira menyampaikan kabar bahwa ia baru saja menyelesaikan ujian dan ingin merayakannya dengan teman-temannya.
Indira terakhir kali mengirim pesan sekitar pukul 20.00 WIB pada Rabu malam.
Namun, keesokan harinya, Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, ibunya mendapat kabar dari rekan satu apartemen Indira bahwa ia belum kembali sejak malam sebelumnya dan diduga menjadi korban kebakaran di Glodok Plaza.
Malam itu, Indira disebutkan keluar bersama enam orang temannya, yang juga bekerja sebagai pramugari, meski mereka bertugas dalam jadwal yang berbeda.
Keluarga yang menerima kabar tersebut segera melaporkan kejadian itu dan mendatangi lokasi kebakaran untuk mencari informasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, keluarga Indira masih menunggu kabar mengenai keberadaannya. Diah menyatakan bahwa kemungkinan besar mereka akan mendatangi RS Polri Kramat Jati, mengingat beberapa korban ditemukan di sana.
Selain Indira, seorang pramugari lainnya, Oshima Yukari, juga dinyatakan hilang dalam kebakaran hebat yang terjadi di Glodok Plaza.
Oshima Yukari, pramugari maskapai BBN Airlines asal Kendal, Jawa Tengah, yang berusia 30 tahun, turut menjadi korban hilang dalam kejadian tersebut.
Saat kebakaran terjadi, Oshima terpisah dari teman-temannya saat menghadiri acara ulang tahun di sebuah tempat hiburan di lantai 9.
Menurut keterangan teman-temannya, mereka kehilangan jejak Oshima di tengah kepanikan akibat kebakaran.
Hingga saat ini, ia belum ditemukan. Selain Oshima, terdapat 13 korban lain yang juga dinyatakan hilang, mayoritas merupakan perempuan berusia 20-an tahun.
Akun media sosial Oshima kini dipenuhi komentar dari netizen yang turut mendoakan keselamatannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia merupakan alumni SMAN 1 Kendal angkatan 2013. Sekolahnya bahkan turut menyampaikan ungkapan duka cita atas insiden tersebut.
Ayah Oshima, Edi Sunarsono (68), mengetahui peristiwa ini dari kerabatnya. Ia hanya bisa berharap keajaiban terjadi dan anaknya ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kalau memang ada mukjizat, saya berharap anak saya selamat, entah mengalami luka ringan atau sedang dirawat di suatu tempat,” ujar Edi.
Namun, jika kenyataannya berkata lain, Edi berharap proses identifikasi dapat segera dilakukan dan ia bisa menerima dengan lapang dada apa yang telah terjadi. Keinginannya kini hanyalah bisa membawa Oshima kembali ke kampung halaman karena keluarga telah menunggu kepulangannya.
“Jangan disesali, jangan ditangisi, ini adalah ketetapan Tuhan. Kami harus menerimanya dengan ikhlas,” katanya.
Edi mengingat bahwa terakhir kali ia berkomunikasi dengan putrinya adalah saat Oshima berpamitan untuk menghadiri pesta ulang tahun rekannya di Glodok Plaza.
“Kemarin dia bilang ada ulang tahun teman pramugarinya, dan dia diundang,” ujarnya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/1/2025).
Awalnya, pihak keluarga tidak menyangka Oshima termasuk dalam daftar orang hilang akibat kebakaran.
Namun, pada Kamis (16/1/2025) sore, keluarga menerima informasi bahwa namanya tercantum dalam daftar korban hilang.
Edi kemudian bergegas dari Kendal, Jawa Tengah, ke Jakarta. Rekan-rekan sesama pramugari Oshima turut membantu keluarga dalam proses pencarian, termasuk menyerahkan data pembanding antemortem ke tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri Kramat Jati.
“Teman-temannya luar biasa membantu. Oshima dulu sempat bekerja di Batik Air, kemudian AirAsia, dan terakhir di BBN Airlines,” ungkap Edi.
Hingga kini, pihak keluarga masih menanti kepastian apakah Oshima termasuk dalam korban yang telah dievakuasi.
Ayah dan ibunya telah menyerahkan data pembanding kepada tim DVI untuk proses identifikasi jenazah yang telah ditemukan di lokasi kebakaran Glodok Plaza.








Comment