Saham perusahaan teknologi besar mengalami penurunan tajam, termasuk Nvidia (-17,20%), Microsoft (-2,31%), Alphabet (-3,98%), dan Tesla (-2,45%).

Namun, saham Meta Platforms (Facebook) berhasil bangkit dengan kenaikan 1,82%, sementara Apple melonjak 3,25%, didorong oleh ulasan positif di App Store.

Perhatian kini tertuju pada laporan keuangan kuartal IV-2024 dari raksasa teknologi seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Tesla yang dijadwalkan rilis minggu ini, yang kemungkinan akan dipengaruhi oleh lonjakan popularitas DeepSeek.

Perbandingan DeepSeek vs ChatGPT

1. Biaya dan Operasional

Baik DeepSeek-X maupun ChatGPT menawarkan versi gratis. Untuk versi premium, ChatGPT mematok harga US$20 per bulan (~Rp323.000), sementara DeepSeek-X jauh lebih terjangkau dengan harga hanya US$0,50 per bulan (~Rp8.000). Selain itu, biaya operasional DeepSeek-V3 dilaporkan 30 kali lebih murah per token dibandingkan model AI OpenAI.

2. Respons dan Akurasi

DeepSeek lebih unggul dalam memahami kode pemrograman seperti Python dan Java serta menyelesaikan persamaan kompleks. Namun, AI ini sangat sensitif terhadap topik politik karena regulasi sensor pemerintah China. Ketika ditanya tentang hubungan Xi Jinping dan Vladimir Putin, chatbot ini justru mengalihkan topik ke matematika dan logika.