Perempuan Merdeka: Perjalanan hingga Kesetaraan Perempuan Sedunia
Kongres Perempuan Indonesia pada tahun 1928 menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan perempuan di tanah air.
Perempuan-perempuan hebat seperti RA Kartini, Dewi Sartika, dan Cut Nyak Dien menjadi simbol perjuangan untuk meraih kebebasan dan kesetaraan.
Mereka adalah sosok-sosok yang menginspirasi generasi berikutnya untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan.
Gelombang Perjuangan: Dari Hak Pilih hingga Kesetaraan di Tempat Kerja
Perjalanan menuju kesetaraan tidaklah linear. Gelombang pertama gerakan perempuan (1830-1900an) fokus pada hak-hak dasar seperti hak pilih dan pendidikan.
Sementara itu, gelombang kedua (1960-1980an) memperluas perjuangan ke ranah yang lebih luas, termasuk kesetaraan di tempat kerja, hak reproduksi, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Perempuan Merdeka adalah tujuan utama dari setiap gelombang perjuangan ini, di mana kebebasan dan kesetaraan menjadi hak yang harus diraih.
Pada tahun 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.







Comment