Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi, Pahami Di Sini
Apa perbedaan asimilasi dan akulturasi? Asimilasi dan akulturasi termasuk dalam kategori proses sosial.
Proses akulturasi dan asimilasi merupakan cara untuk tiap kelompok dalam mengembangkan dan mempertahankan kebudayaannya.
Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pengembangan maupun pembaruan sistem dengan kelompok lain.
Apa Itu Asimilasi?
Asimilasi merupakan proses bergabungnya dua kebudayaan atau lebih menjadi kebudayaan baru.
Kebudayaan tersebut saling bergabung secara intensif untuk waktu yang lama sehingga sifat dan unsur-unsurnya berubah wujud menjadi kebudayaan campuran.
Contoh asimilasi yaitu musik dangdut yang merupakan asimilasi budaya Melayu dan India, seta baju koko yang merupakan asimilasi budaya China dan Islam.
Apa Itu Akulturasi?
Sementara, akulturasi adalah percampuran kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
Proses sosial akulturasi timbul dari unsur-unsur kebudayaan asing yang dimodifikasi ke dalam kebudayaan suatu masyarakat tanpa menghilangkan unsur-unsur budayanya.
Proses ini terjadi akibat aktivitas sosial dengan budaya lain yang berjalan secara dinamis.
Contoh dari alkuturasi ini adalah pada bangunan keraton terdapat perpaduan gaya arsitektur antara Jawa, Eropa, Arab, dan China.
Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi
Perbedaan utama dari keduanya terletak pada hilang atau tidaknya kebudayaan asli dikelompok masyarakat.
Asimilasi membentuk budaya baru (budaya aslinya perlahan luntur), sedangkan akulturasi mencampurkan kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas budaya aslinya (mempertahankan kebudayaan lama).
Pada asimilasi ini lebih membutuhkan penerimaan dari luar kelompok karena sebagai budaya baru dari hasil peleburan dua kebudayaan lama tetapi akulturasi tidak memerlukan penerimaan dai luar kelompok.
Asimilasi ini juga sebagai budaya baru yang membutuhkan orientasi positif dari luar kelompok. Sementara, untuk akulturasi ini akan menunjukkan sebuah perubahan orientasi nilai serta adopsi nilai dari budaya lain yang timbul secara alami.
Perlu diketahui, seiring dengan adanya perkembangan zaman hingga adanya kebutuhan kelompok untuk mempertahankan dan mengembangkan budayanya maka dibutuhkan proses asimilasi dan akulturasi.
Adanya perbedaan yang timbul ini akan menjadi suatu tantangan dalam melakukan adaptasi dalam berbagai bentuk kebudayaan.
Jadi, dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa akulturasi merupakan sebuah pencampuran budaya tanpa menghilangkan budaya aslinya
Sementara, asimilasi ini merupakan sebuah peleburan dua kebudayaan atau lebih sehingga dapat memunculkan budaya yang baru.







Comment