Spekulasi publik mengenai alasan di balik pemasangan pagar ini sempat berkembang pesat di media sosial, dengan banyak pihak mengaitkannya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi unjuk rasa yang mungkin terjadi pada Agustus 2026. Di Jakarta, misalnya, keberadaan pagar setinggi dua meter di depan Mal Kota Kasablanka menjadi salah satu titik perhatian utama yang memicu berbagai narasi spekulatif. Meskipun pengelola mal telah membantah bahwa pagar tersebut dipasang untuk tujuan keamanan terkait demonstrasi, keberadaannya yang membentang di sisi depan bangunan tetap menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi para pejalan kaki dan masyarakat umum yang melintas di kawasan tersebut.

Situasi serupa juga terjadi di Surabaya, di mana beberapa pusat perbelanjaan besar seperti Pakuwon Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City turut memasang pagar besi dengan ketinggian mencapai dua setengah meter. Pemerintah Kota Surabaya, melalui Wali Kota Eri Cahyadi, memberikan tanggapan resmi terkait fenomena ini dengan menekankan pentingnya menjaga harmoni antara kebutuhan keamanan internal pengelola mal dan keindahan tata kota. Pemerintah setempat tidak menuntut pembongkaran total terhadap pagar-pagar tersebut, namun secara tegas meminta pihak pengelola untuk segera menyesuaikan ketinggian pagar agar tidak memberikan kesan tertutup yang berlebihan serta tetap mempertahankan estetika kawasan komersial yang ramah bagi warga kota.