“Sebagai negara besar, kita harus berdaulat di bidang pangan. Bulog memegang peran kunci dalam mendukung visi swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden,” kata Zulkifli.

Setelah transformasi, Bulog akan difokuskan sebagai lembaga non-komersial, meninggalkan model korporasi saat ini. “Bulog tidak perlu lagi menghitung profit, tetapi fokus pada kedaulatan pangan,” tambahnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Rachmat Pambudy, menyebut transformasi ini akan memperkuat Bulog sebagai regulator dan produsen, menjadikan ketahanan pangan sebagai strategi pertahanan nasional.

“Jika swasembada pangan tercapai, ini bisa menjadi senjata strategis untuk pengamanan dan pertahanan,” ungkapnya.

Transformasi kelembagaan Bulog diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.