Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi melaporkan adanya tren pemulihan yang signifikan terkait kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia sepanjang semester II 2026. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam rangkaian konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin dan Selasa, 3-4 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, OJK menegaskan bahwa indikator ekonomi pasar modal domestik menunjukkan sinyal positif yang kuat, yang mencerminkan stabilitas dan daya tarik investasi di mata pelaku pasar domestik maupun internasional.

Pemulihan ini menjadi sangat krusial bagi stabilitas ekonomi nasional mengingat pasar modal merupakan salah satu pilar utama dalam penghimpunan dana untuk mendukung pertumbuhan sektor riil. Dampak dari tren positif ini terlihat jelas melalui penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan kenaikan sebesar 5,22 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Selain itu, keberhasilan pasar modal dalam menghimpun dana lebih dari Rp113 triliun serta lonjakan jumlah investor yang kini telah mencapai 30 juta Single Investor Identification (SID) menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham terus menguat. Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi OJK dalam menjalankan program Rencana Aksi Percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk lebih dari 100 investor global yang telah ditemui oleh otoritas terkait.