Murah dari Harga Dunia, Indonesia Harus Berani Beli Minyak Rusia
JAKARTA – Murah dari Harga Dunia harga minyak Rusia ternyata lebih murah ketimbang harga minyak dunia. Karena itu jika pemerintah RI berani membeli minyak dari Rusia, maka akan sangat berhemat.
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaikul Islam Ali memberi masukan kepada pemerintah agar tidak takut membeli minyak dari Rusia yang harganya lebih murah dibandingkan harga minyak dunia saat ini.
Syaikul mengatakan, pilihan-pilihan kebijakan supaya tidak ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM) harus diupayakan. Maka dia meminta pemerintah untuk tidak sungkan membeli minyak mentah Rusia yang harganya 30% lebih murah dari harga dunia/internasional.
“Terobosan atau kebijakan mengusahakan tidak ada naik BBM harus diupayakan. Kalau kita tidak ambil karena takut sanksi dari negara barat itu bodoh sekali,” ujarnya dalam Rapat Kerja Kimisi VII DPR RI bersama Kementerian ESDM, Rabu (24/8).
Dia melihat bahwa negara-negara Eropa masih mengimpor minyak Rusia di mana pembelian yang dikurangi hanyalah minyak yang diantar menggunakan kapal sedangkan yang lewat pipa tetap impor. “Anehnya kalau tawaran harga crude dari Rusia lebih murah 30% terus kita tidak ambil,” tegasnya.
Narasi mengenai harga BBM Rusia lebih murah 30% sebelumnya disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam instagram pribadinya @Sandiuno.
Sandiaga bilang bahwa perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama karena ada yang bisa mencetak keuntungan dari konflik ini.
Rusia setiap harinya dengan harga minyak mentah yang naik dan menjualnya sekarang lebih rendah dari harga pasar (30% lebih rendah) mencetak keuntungan US$ 6 miliar per hari. Setelah dipangkas biaya perang (cost of war) sekitar US$ 1 miliar, membuat Rusia mengantongi keuntungan setiap harinya US$ 5 miliar.
“Indonesia harus pintar. Rusia udah nawarin kita, India sudah ambil minyak Rusia harganya 30% lebih murah dari harga pasar internasional. Kalau buat teman-teman CEO Mastermind ambil gak? Pak Jokowi pikir yang sama, ambil,” dikutip dalam unggahannya, Senin (22/8).
Dia bilang, ada yang tidak setuju membeli minyak dari Rusia karena takut diembargo Amerika. Menurutnya apa yang dilihat saat ini sangat berbeda dari perspektif sisi geopolitik, makroekonomi sehingga tantangan yang ada saat ini ialah Barat mengontrol teknologi payment.
“Setiap pengiriman US$ harus melewati New York. Kenapa takut gak ambil minyak dari Rusia karena takut switf dimatiin dan tidak bisa membayar dengan dolar. Tidak usah takut bayar pake Rubel konversikan ke rupiah, inilah sektor keuangan lagi hitung-hitung,” terangnya.(SW)






Comment