• Penjelasan Gramatikal:
    • Kata “Ramadhana” diakhiri dengan fathah sebagai tanda khafadh (jar).
    • Kata “sanati” diakhiri dengan kasrah karena alasan lil mujawarah (keselarasan).

2. Niat Puasa dari Kitab Asnal Mathalib (Versi 1)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

  • Penjelasan Gramatikal:
    • Kata “Ramadhana” sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah.
    • Kata “sanata” diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafannya.

3. Niat Puasa dari Kitab Hasyiyatul Jamal dan Irsyadul Anam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”