Mesti Siaga 24 Jam, Begini Kisah Kru Kapal Ambulans Gawat Darurat Kepulauan Seribu
Dalam sekali dinas jaga, terdapat satu kapten, satu KKM, satu ABK, dan empat perawat yang masing-masing memiliki kompetensi khusus dalam menangani pasien darurat, seperti berfokus pada pasien infeksius, pasien tidak darurat, dan neonatus atau khusus menangani bayi baru lahir.
Menurut Ahdi, dalam satu hari kapal AGD bisa mengadakan evakuasi sampai 4 kali sehari. Rujukan yang paling sering dilakukan adalah antarpulau di Kepulauan Seribu, seperti dari Pulau Tidung ke Pulau Pramuka yang memiliki RSUD.
Kapal AGD ini pun dilengkapi dengan ruang advance, ruang infeksius dengan hepafiler di dalamnya, dan ruang basic dan perina yang dilengkapi dengan inkubator.
“Hampir setiap hari ada rujukan dari pulau ke darat,” kata Ahdi.
Seluruh kru AGD dijadwalkan berdinas jaga selama tujuh hari di Kepulauan Seribu, dan tinggal di posko jaga yang berpusat di Pulau Tidung. Mereka pun mendapatkan libur selama tujuh hari kemudian.
Jika tidak ada panggilan darurat, biasanya para kru berolahraga dengan pencucian kapal di pagi hari. Lalu, mereka bersiap mandi dan memakai seragam sebelum mengikuti apel pagi dan siaga menunggu panggilan selama 24 jam.







Comment