“Karena itu tantangan kita yang terbesar sebenarnya pada dewasa ini. Adalah entrepreneurship. Bukan hanya ilmu saja. Semua di sini perilmuan cendikiawan,” kata dia.

Menurut JK iklim usaha di Indonesia juga kurang sehat bagi pengusaha kecil yang baru merintis yang tak punya modal besar.

Bayangkan saja jika pengusaha bermodal besar membuka usaha dari level produsen, distributor hingga eceran. Mereka menguasai usaha dari hulu hingga ke hilir, dari sumber mata air hingga ke selokan.

Tanpa menyebut brand, menurut JK harusnya ada aturan tegas yang mengatur jika pengusaha di hulu tak main di hilir, produsen tak main di level eceran. Harus ada aturan main yang sehat, bukan sekadar bantu-bantu modal UMKM. Kalau sekadar bantu modal tapi pasar dan ecerannya tetap juga dipegang raksasa, ya UMKM ga akan pernah bisa jadi besar.

Kalau semua-semua dikuasai raksasa, lantas pengusaha kecil dapat apa? Sulit menjadi besar. Yang besar ya itu-itu saja, tak ada pemain baru.(SW)