Salah satu solusi yang diajukan adalah adanya kerja sama antara perusahaan dengan institusi pendidikan seperti kampus dan Sekolah Menengah Atas (SMA) setempat. Langkah ini dinilainya dapat menjembatani perusahaan dalam mencari calon-calon pekerja potensial di wilayah Batam.

“Bahkan kalau perlu, perusahaan tersebut nantinya bisa langsung ke kampus dan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat untuk mencari calon-calon pekerja yang dibutuhkan di perusahaan tersebut. Jadi tidak perlu lagi mencari dari luar Batam,” tegas Mahasiswa Ibnu Sina Batam itu.

Dia pun mencontohkan sistem serupa yang sukses diterapkan di Universitas Hasanuddin (Unhas), di mana perusahaan-perusahaan galangan di Batam mencari tenaga kerja dari sana. Dengan begitu dapat memberikan kesempatan untuk lulusan lokal bekerja di Batam sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kenapa perusahaan besar ini tidak bisa kita buat seperti itu. Maka ini akan betul-betul bermanfaat untuk muda-mudi di Batam. Harus ada jaminannya bahwa kita bisa bekerja disana, maka harus ada peraturan tegas dari Pemda maupun pusat,” terangnya.