Dinamika Harga di Pasar Primer

Pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan II 2026 tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang berada di angka 0,62 persen secara tahunan. Meskipun terjadi kenaikan tipis, angka 0,69 persen tetap menunjukkan bahwa tekanan inflasi pada sektor properti masih terkendali namun belum mampu mendorong gairah pasar secara signifikan. Para pengembang di pasar primer tampaknya harus menyeimbangkan antara kenaikan biaya operasional dengan kemampuan daya beli konsumen yang masih terbatas agar produk yang ditawarkan tetap terserap oleh pasar.

Secara spasial, hasil survei menunjukkan bahwa dari 18 kota yang dipantau, terdapat 10 kota yang mengalami peningkatan pertumbuhan indeks harga secara tahunan. Sementara itu, 7 kota lainnya justru mencatatkan penurunan pertumbuhan, dan 1 kota sisanya menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Misalnya, Banjarmasin mencatatkan peningkatan pertumbuhan harga sebesar 1,29 persen, sementara Pekanbaru menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan dengan pertumbuhan mencapai 3,23 persen setelah sebelumnya sempat terkontraksi. Di sisi lain, kota-kota seperti Padang dan Balikpapan justru mengalami perlambatan pertumbuhan harga dibandingkan periode sebelumnya, yang menunjukkan bahwa dinamika pasar properti sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal yang spesifik.