Karenanya, dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan lanjut dan 31 Januari dirujuk ke RS Adhyaksa. Namun, lantaran ada keluhan GGAPA, pasien akhirnya dirujuk ke RSCM, sayangnya keluarga menolak dan memaksa pulang paksa.

Tepatnya 1 Februari, orang tua membawa pasien ke RS Polri dan mendapatkan perawatan di ruang IGD, pasien saat itu sudah mulai buang air kecil. Di hari yang sama, akhirnya dirujuk ke RSCM untuk menerima terapi fomepizole.

“Namun 3 jam setelah di RSCM pada pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia,” lanjut dr Syahril.

Sementara pasien suspek mulanya mengalami keluhan demam di 26 Januari. Anak 7 tahun itu kemudian diberi obat penurun panas sirup secara mandiri, kemudian di 30 Januari diberikan obat penurun panas tablet oleh puskesmas.

Dua hari setelahnya, pasien berobat ke klinik dan diberikan obat racikan. Lantaran tak kunjung ada perbaikan, di 2 Februari dirawat di RSUD Kembangan, kemudian dirujuk, dan saat ini masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta.