“Inilah menjadi tugas penting bagi pemerintah yang harus jeli melihat kondisi tersebut, jangan sampai ini menjadi bom waktu untuk Sultra ke depan. Dan apakah ini bagian dari pada strategi agar perpecahan itu terjadi dan juga untuk salah satu kelompok tertentu saja demi merebut Sultra atau sebagai alat untuk memperlancar mata pencaharian dollar para mafia asing yang dipelihara tersebut” lanjutnya.

Olehnya itu, lanjut Prima, Sultra memiliki sumber daya manusia yang berdaya saing namun pemerintah hanya terdiam yang hanya lebih mengedepankan tenaga pekerja dari luar, banyak para sarjana yang saat ini masih menganggur ada juga yang telah mendapatkan kerja namun tingkat kualitas pendidikan mereka dapat melebihi pekerjaan mereka saat ini.

“Sekali lagi saya sampaikan apabila terus menerus ini dibiarkan oleh pemerintah setempat maka akan terjadi konflik yang begitu besar lagi, kemudian pemerintah juga mestinya memberikan kesempatan pekerjaan yang layak bagi lulusan sarjana untuk meningkatkan sumber daya manusia unggul serta juga perlu menjadi perhatian khusus pengusaha lokal harusnya diberikan kesempatan untuk berkontribusi terhadap daerah mereka sendiri, jangan terus menerus antek-antek asing ini yang menjadi prioritas” tutupnya.