Dibanding Mbappe, Messi Lebih Berhak Raih Trofi Piala Dunia 2022
Perjalanan Messi menuju takhta juara bersama timnas Argentina sangat berliku. Ia berkali-kali dibuat ‘terbang’ dengan menjejakkan kaki di final, namun kemudian dihempaskan ke tanah karena kalah di partai puncak.
Messi pertama kali merasakan pahitnya takluk di laga final ketika masih muda, tepatnya pada final Copa America 2007. Tak tanggung-tanggung, Argentina kalah 0-3 dari Brasil.
Tujuh tahun berselang, Messi membawa Argentina ke final Piala Dunia 2014 kontra Jerman. Harapan besar menjadi juara harus pupus karena gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan.
Rasa sakit hati Messi semakin dalam ketika lagi-lagi Argentina kalah di final. Itu terjadi pada laga puncak Copa America 2015 kontra Chile. Argentina kalah dalam drama adu penalti.
Setahun berselang, hal yang sama terulang. Messi dan Argentina kembali tumbang di hadapan Chile di final Copa America Centenario lewat adu penalti.
Messi sempat memutuskan pensiun saat itu meski masih berusia matang sebagai pesepakbola. Terdapat anggapan bahwa Messi tidak sanggup menanggung ekspektasi besar dari publik karena kerap dibanding-bandingkan dengan mendiang Diego Maradona.








Comment