Meskipun ini mungkin sekadar kebetulan, namanya kini menjadi viral di media sosial, di mana beberapa netizen menyebutnya sebagai penyebab kekalahan Timnas Indonesia U-23.

“Sudah ya, kita nggak perlu nyalahin VAR atau wasit. Ini waktunya kita introspeksi, dan nyalahin Jerome Polin,” kata seorang netizen.

“Kutukan Jerome Polin is real,” timpal netizen yang lain dengan emoticon tertawa.

“Jerome Polin udah bener fokus ke MTK aja malah ngurusi Timnas,” tambah netizen lainnya.

Meskipun tanggapan netizen tersebut terkesan sebagai lelucon, hal ini menggambarkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam menciptakan narasi dan opini publik.

Meski begitu, sebagian netizen menyarankan agar tidak menyalahkan sosok Jerome secara berlebihan.

Mereka menganggap hal tersebut sebagai upaya mengalihkan fokus dari hal yang lebih penting, yakni evaluasi atas kinerja tim sepakbola itu sendiri.

Dalam situasi ini, mungkin waktunya bagi kita untuk lebih rasional dalam menanggapi kekalahan dan tidak mencari kambing hitam.