Kesenjangan sosial di Indonesia selalu menjadi problem yang sulit untuk diselesaikan. Bahkan, BPS merilis gini ratio mencapai 0,381 pada bulan Maret 2020 dan meningkat pada September 2020 menjadi 0,385.

Kesenjangan sosial adalah gejala yang muncul karena adanya perbedaan baik dalam hal keuangan atau yang lainnya diantara masyarakat.

Beberapa faktor penyebab terjadinya kesenjangan sosial diantaranya adanya ketidakmerataan akses terhadap Sumber Daya yang tersedia karena kebijakan pemerintah, pengaruh Globalisasi, kondisi demografis, letak dan kondisi geografis suatu daerah.

Adanya kesenjangan sosial di masyarakat dapat menyebabkan banyaknya pengangguran dan kemiskinan. Kedua dampak tersebut pada akhirnya bisa memicu dampak lainnya seperti maraknya kasus kejahatan di masyarakat.

Bentuk – bentuk kesenjangan sosial bisa terjadi antara desa dan kota, antar pulau, kualitas SDM dan yang paling terlihat yaitu adanya perbedaan yang jauh dalam tingkat ekonomi di masyarakat. Bentuk kesenjangan sosial kekayaan atau ekonomi lebih menekankan pada kesenjangan pendapatan dan jumlah kekayaan dari individu dengan individu yang lain.

Contoh lain juga bisa dilihat dalam bidang pendidikan, dimana masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas layak dan tenaga pendidik terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Bahkan tidak sedikit juga yang masih belum bisa bersekolah karena beberapa faktor salah satunya keterbatasan biaya.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Kesenjangan sosial memang sebuah permasalahan yang nyata dan diperlukan solusi untuk mengatasinya. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperbaiki dalam hal ini, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, mobilitas penduduk dan perluasan lapangan kerja.

Dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia juga perlu dilakukan upaya seperti memperbaiki kualitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lebih sering mengadakan pemberdayaan kelompok masyarakat.