Seusai upacara Gibran memanggil para pasukan pengibar dan mengajak memberi salam kepada peserta. Dengan air mata yang mengalir, sejumlah pasukan menangis sambil melambaikan tangan kepada hadirin.

“Nggak apa-apa, semangat,” kata Gibran.

Kepada wartawan, Gibran menilai insiden tersebut memang tidak dapat diprediksi. Dia kembali memberi semangat kepada pasukan pengibar bendera.

“Yang namanya kejadian seperti ini kecelakaan, tidak bisa diprediksi. Kesalahan kecil saya mohon maaf. Adik-adik Paskibraka sudah semangat,” ucapnya

Gibran mengajak para anggota paskibra tidak berkecil hati. Ia mengatakan kejadian itu hanya kecelakaan yang tidak bisa diprediksi dan bisa menimpa siapa saja. “Kebetulan saja peristiwa ini terjadi di sini,” kata Gibran.

Sikap Gibran yang berusaha membesarkan hati para anggota paskibra paling tidak bisa membuat mereka lepas dari beban perasaan bersalah. Karena memang itu bukan kesalahan mereka. Dan kejadian ini bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja.(SW)