Apa Itu Gas Air Mata? Ketahui Juga Bahayanya
Oleh karena itu, gas air mata sering kali digunakan oleh lemabaga penegak hukum sebagai salah satu cara dan sarana dalam pengendalian masa.
Bahaya Gas Air Mata
Bahan kimia yang sering digunakan pada gas air mata antara lain adalah gas CS (2-klorobenzalmalononitril, C10H5ClN2), CN (kloroasetofenon, C8H7ClO), CR (dibenzoksazepin, C13H9NO) dan semprotan merica (gas OC, oleoresin capsicum).
Jadi walaupun bernama gas, ternyata campuran yang digunakan terdiri dari campuran aerosol sepert metilbenzil bromida dan bromoaseton bukan gas. Berikut ini bahaya atau dampak dari terkena gas air mata, yaitu:
- Berbahaya untuk bagian mata, efek yang terjadi seperti terasa terbakar, mata kemerahan dan penglihatan menjadi kabur.
- Berbahaya untuk bagian hidung, efek yang terjadi seperti terasa terbakar, bengkak hingga menjadi pilek.
- Berbahaya untuk bagian mulut, efek yang terjadi seperti terasa terbakar, iritasi, kesulitan makan hingga selalu menetesak air liur.
- Berbahaya untuk bagian paru-paru, efek yang terjadi seperti sesak dada, sensasi tersedak, batuk hingga sesak napas.
- Berbahaya untuk bagian kulit, efek yang terjadi seperti ruam dan luka bakar.
- Efek lainnya bisa menyebabkan mual dan muntah.
Jadi, gas air mata ini merupakan senyawa kimia yang berisfat berbahaya walaupun efeknya hanya sementara. Namun, gas air mata ini juga bisa berdampak panjang apabila paparannya terlalu dekat dan banyak bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan melihatnya, kerusakan saraf hingga pendarahan. Gas air mata juga bisa menyebabkan iritasi pada mulut, mata, gangguan kesehatan tenggorokan, paru-paru hingga kulit.






Comment