Andi mencurigai kalau keuntungan dari naiknya harga BBM ini untuk pembangunan proyek seperti Ibu Kota Negara. “Ini rakyat mencurigai bukan untuk kegiatan rakyat tapi untuk bangun proyek mercusuar ibu kota negara dan lain sebagainya,” ucapnya.

Andi lantas menyoroti argumentasi alasan pengalihan subsidi ini karena banyak dinikmati masyarakat kelas atas. Andi menilai argumentasi itu bohong.

“Argumentasi bahwa BBM dialihkan subsidi karena dinikmati orang-orang kaya itu argumentasi bohong, fiksi. Kenapa? karena masyarakat kita sudah terbelah, ada masyarakat mampu, masyarakat tidak mampu, masyarakat miskin, mendekati miskin, dan masyarakat sangat miskin. Dia hidupnya tergantung pada tetesan dari orang kaya itu, orang-orang sangat mampu kalau bahasa Sri Mulyani,” ujarnya.

“Jadi itu ilmu bohong bahwa hanya berdampak pada orang-orang mampu, itu ilmu bohong karena banyak rakyat bergantung dan pada akhirnya hukum cuci produksi adalah dia menaikkan ongkos produksi dan menaikkan harga-harga di pasar,” lanjut Andi Arief.