Digital Realty Bersama Tunjuk Raymond Yan sebagai Presiden Direktur
katamerdeka.com – Digital Realty Bersama, penyedia solusi carrier-neutral data center, AI-ready colocation, dan interkoneksi, menunjuk Raymond Yan sebagai President Director perusahaan di Indonesia. Penunjukan tersebut diumumkan pada Kamis (1/10/2026).
Raymond akan bertanggung jawab memimpin strategi, rencana bisnis, serta pertumbuhan Digital Realty Bersama di Indonesia. Ia juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas sekaligus mendorong ekspansi infrastruktur data center perusahaan di dalam negeri.
Digital Realty Bersama merupakan perusahaan patungan antara Digital Realty dan Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA). Perusahaan tersebut juga didukung Provident Capital Partners, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, serta konsorsium yang dipimpin Macquarie Asset Management.
Raymond membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Sebelum bergabung dengan Digital Realty Bersama, ia menjabat sebagai President Director PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro Universitas Trisakti, Jakarta, dan meraih gelar Executive MBA dari National University of Singapore.
Managing Director and Head of Digital Realty Asia Pacific sekaligus President Commissioner Digital Realty Bersama, Serene Nah, mengatakan pengalaman Raymond di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan di Indonesia.
“Di bawah kepemimpinannya, kami berharap dapat memajukan infrastruktur digital Indonesia secara berkelanjutan, membawa nilai dari PlatformDIGITAL®, platform data center global kami, ke Indonesia sambil memegang teguh komitmen kami pada operasional data center yang bertanggung jawab,” kata Serene dalam siaran pers, Kamis (1/10/2026).
Sementara itu, Founding Partner Provident Group sekaligus Vice President Commissioner Digital Realty Bersama, Hardi Wijaya Liong, mengatakan Raymond akan memimpin arah strategis dan operasional perusahaan dengan fokus pada optimalisasi infrastruktur high-density serta pengembangan ekosistem interkoneksi.
Menurut Hardi, penguatan infrastruktur tersebut diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan high-performance computing (HPC) di berbagai sektor industri.
“Ini akan membantu kami menjawab lonjakan kebutuhan AI dan high-performance computing di berbagai industri,” ujar Hardi.
Raymond mengatakan industri data center saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang dinamis. Ia menyambut penunjukan tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk memperkuat arah strategis Digital Realty Bersama di Indonesia.
“Saya antusias untuk bergabung serta memperkuat arah strategis Digital Realty Bersama,” ujar Raymond.
Dengan pengalaman di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital, Raymond juga akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tim internal, regulator, pelanggan, dan mitra perusahaan.
“Dengan pengalaman di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital, saya siap bekerja sama dengan seluruh tim, regulator, pelanggan, dan mitra untuk memastikan infrastruktur kita tetap tangguh dan adaptif,” kata Raymond.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari langkah Digital Realty Bersama dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap pusat data berkapasitas tinggi, konektivitas, serta infrastruktur yang mendukung perkembangan AI dan komputasi berperforma tinggi.







Comment