katamerdeka.com – Pernahkah Anda memperhatikan data penjualan di aplikasi, lalu menyadari banyak calon pelanggan yang sudah masuk ke profil resto Anda tetapi berakhir tanpa order GoFood? Sebagai pemilik bisnis F&B, fenomena ini tentu bikin penasaran. 

Faktanya, seorang customer bisa saja batal order bukan karena mereka tidak tertarik dengan makanan Anda, tetapi karena mereka merasa bingung saat melihat pilihan menu di restoran. 

Artikel ini akan membahas secara mendalam apa saja penyebab utama customer merasa bingung saat ingin melakukan order dan strategi menghadapinya.

Penyebab Customer Batal Order GoFood

Ada beberapa penyebab yang sering terjadi mengapa customer batal order di warung Anda, antara lain:

  • Nama Menu yang Terlalu Puitis atau Kurang Jelas

Niat hati ingin tampil unik dan beda dari kompetitor, tetapi nama menu yang terlalu abstrak justru sering menjadi bumerang saat konsumen mau order GoFood. 

Nama-nama seperti “Mie Badai Asmara” atau “Es Kesegaran Hakiki” tanpa penjelasan komponen utama hanya akan membuat konsumen mengerutkan dahi.

Pembeli di aplikasi online delivery biasanya bergerak cepat dan tidak punya banyak waktu untuk menebak-nebak isi makanan Anda. 

Jika mereka harus berpikir keras hanya untuk mengetahui bahwa “Mie Badai Asmara” sebenarnya adalah mie ayam level pedas biasa, kemungkinan besar mereka akan melewatkannya.

Untuk itu, gunakan nama yang jelas, informatif, namun tetap menarik. Jika ingin mempertahankan unsur keunikan merek, pastikan Anda tetap menyisipkan identitas produk utamanya. 

Misalnya, ubah menjadi “Mie Badai Asmara (Mie Ayam Pedas Level 1-5)”. Dengan begitu, keunikan brand Anda tetap terjaga tanpa mengorbankan kejelasan informasi.

  • Deskripsi Menu yang Terlalu Minim (Atau Bahkan Kosong)

Penyebab kedua yang sering membuat konsumen ragu untuk order GoFood adalah kolom deskripsi yang dibiarkan kosong melongpong. 

Ingat, saat berbelanja makanan secara online, konsumen tidak bisa melihat, mencium, atau bertanya langsung kepada pelayan toko seperti di outlet offline. Deskripsi produk adalah pengganti “pramusaji” digital Anda.

Ketika Anda hanya menuliskan nama menu “Nasi Goreng Spesial” tanpa deskripsi, customer akan mulai bertanya-tanya, seperti:

  • Apakah sudah termasuk telur? 
  • Apakah pedas? 
  • Apakah menggunakan daging ayam atau sosis? 

Ketidakpastian inilah yang memicu decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan, sehingga mereka memilih batal memesan.

Untuk memperbaikinya, tuliskan deskripsi yang singkat, padat, dan menggugah selera. Sebutkan bahan utama, kelengkapan porsi (misal: sudah termasuk kerupuk dan acar), serta opsi kustomisasi seperti tingkat kepedasan. 

Contoh deskripsi yang baik: “Nasi goreng bumbu jawa autentik dengan suwiran ayam, telur mata sapi, kerupuk udang, dan tingkat kepedasan yang bisa diatur.”

  • Foto Menu yang Tidak Sesuai atau Kurang Menarik

Visual adalah kunci utama dalam bisnis kuliner digital. Foto makanan yang gelap, buram, atau bahkan menggunakan foto curian dari internet (Google) akan langsung menurunkan tingkat kepercayaan calon pembeli.

Konsumen masa kini sangat jeli. Ketika mereka melihat foto yang tampak terlalu fake atau justru kualitasnya sangat rendah, mereka akan berasumsi bahwa kualitas makanan aslinya juga tidak meyakinkan. 

Hal ini menjadi pembatas besar yang membuat mereka enggan menyelesaikan proses order GoFood di resto Anda. Untuk mengatasinya, Anda tidak harus menyewa fotografer profesional bertarif mahal jika modal masih terbatas. 

Cukup manfaatkan pencahayaan alami (sinar matahari tidak langsung), tata makanan secara rapi (plating), dan ambil foto menggunakan smartphone Anda dari sudut eye-level atau 45 derajat. 

Pastikan juga foto yang dipajang adalah menu asli buatan dapur Anda agar ekspektasi pelanggan tetap terjaga saat makanan tiba.

  • Kategori Menu yang Berantakan dan Terlalu Banyak Varian

Apakah Anda mengelompokkan makanan, minuman, camilan, dan paket promo dalam satu daftar panjang tanpa sekat? Jika iya, jangan heran jika pembeli merasa pusing. 

Tampilan menu yang berantakan memaksa konsumen melakukan scrolling terlalu lama untuk menemukan apa yang mereka cari.

Terlalu banyak pilihan justru membuat otak manusia terkunci dan memilih untuk tidak membeli sama sekali (paradox of choice).

Cara Memperbaikinya:

  • Buat Kategori yang Rapi

Pisahkan menu berdasarkan jenisnya, seperti “Menu Utama”, “Camilan Pemadam Kelaparan”, “Minuman Segar”, dan “Menu Paket Hemat”.

  • Gunakan Fitur Varian (Modifier) dengan Bijak

Daripada membuat 5 nama menu terpisah untuk tingkat kepedasan mi, buatlah 1 menu utama saja (misal: Mie Goreng Nyemek) lalu manfaatkan opsi varian di dalam menu tersebut untuk memilih level pedas (Level 1, Level 2, dst.).

  • Harga yang Kurang Kompetitif atau Skema Add-On yang Menjebak

Faktor harga juga sangat penting dalam ekosistem food delivery. Pembeli sering kali membandingkan harga satu resto dengan resto lainnya dalam hitungan detik. 

Sebaiknya, lakukan riset kecil-kecilan terhadap kompetitor terdekat di area Anda. Sesuaikan harga agar tetap masuk akal namun tetap menjaga margin keuntungan Anda. 

Jika Anda ingin menetapkan harga sedikit lebih tinggi, pastikan nilai tambahnya (add-on) terlihat jelas pada deskripsi atau porsi makanan Anda.

Buat Menu Anda Menjadi Mesin Penjual Otomatis!

Tampilan menu yang jelas, rapi, dan informatif dapat membantu customer mengambil keputusan lebih cepat tanpa banyak berpikir. Dengan menyusun nama menu, foto, deskripsi, dan kategori secara rapi, restoran bisa mengurangi risiko customer batal order GoFood karena bingung di tengah jalan.

Bagi Anda yang sudah bergabung, yuk buka gawai Anda sekarang. Cek data dari Aplikasi GoFood Merchant untuk mengetahui menu yang paling diminati customer agar bisa menyusun strategi penjualan yang lebih efektif.

Ingin mulai jualan di GoFood dan menjangkau lebih banyak pelanggan? Anda bisa langsung Daftar GoFood Merchant usaha perorangan dengan mudah melalui Aplikasi GoFood Merchant. Proses pendaftarannya cepat, bahkan tidak sampai 5 menit!

Melalui platform ini, Anda bisa merasakan berbagai keuntungan lewat #JalanPintarJualan, mulai dari menjangkau lebih banyak pelanggan hingga mengembangkan bisnis secara lebih optimal.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera ambil langkah awal menuju kesuksesan bisnis Anda. Daftar GoFood Merchant sekarang dan bergabung bersama ribuan mitra GoFood lainnya!