katamerdeka.com – Dalam langkah yang jarang terjadi, Jamaah Islamiyah (JI), organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kelompok teroris paling mematikan di Asia Tenggara, secara resmi meminta maaf kepada negara dan korban atas serangkaian aksi teror yang mereka lakukan. Pernyataan ini disampaikan oleh Abu Rusydan, pendiri JI, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com pada Senin (16/9/2024).

Abu Rusydan secara terbuka mengakui bahwa berbagai aksi teror yang dilakukan JI, seperti Bom Malam Natal (2000), Bom Bali I (2002), hingga Bom JW Marriott-Ritz Carlton (2009), tidak memberikan manfaat, melainkan kerusakan dan penderitaan bagi banyak pihak. “Kami menyesali perbuatan tersebut, dan sebagai pendiri Al Jamaah Islamiyah, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada negara dan publik yang telah dirugikan,” ujarnya.

Upaya Mencari Korban Secara Langsung

Dalam pernyataannya, Abu Rusydan menegaskan bahwa JI berencana mencari para korban aksi teror untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia menilai langkah ini penting sebagai bagian dari proses pertobatan yang belum sepenuhnya selesai. “Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada publik, agar mereka memaafkan kami atas perilaku yang telah kami lakukan. Ini adalah persoalan mendasar yang sangat penting,” tegasnya.