Mengapa generasi muda perlu berkarier di sektor pertanian? Kementerian Pertanian saat ini selalu mengupayakan supaya milenial dan gen z mau berkarier di bidang pertanian.

Mulai dari adanya program penyuluhan, pelatihan hingga pendidikan petani muda.

Namun, ada 4 hal mendasar yang menjadi alasan mengapa generasi muda perlu berkarya di bidang pertanian, yaitu:

1. Sebagai Sumber Bahan Pangan

Pertanian ini sudah menjadi salah satu sektor penting untuk menopang suatu negara, utamya di Indonesia yang bertumpu pada pertanian.

Menurut BPS, jumlah petani di Indonesia yang berusia di bawah 40 tahun ini hanyalah sekitar 8 persen dari total keseluruhan petani di tahun 2020.

Sehingga, dapat diketahui bahwa generasi muda-mudi di Indonesia ini kurang tertarik untuk berkarya di bidang pertanian.

Generasi muda yang tinggal di desa ini lebih tertarik untuk berkarier di kota dan meninggalkan desa.

Kondisi ini bisa membuat lahan pertanian terbengkalai karena kekurangan tenaga muda. Saat jumlah petani terus menurun, maka produksi pertanian juga akan menurun.

Kebutuhan pangan dalam negeri tidak akan mencukupi, sehingga mau tidak mau harus mengimpor.

Sementara, adanya ketergantungan pada impor ini juga tidak baik untuk ekonomi negara.

2. Generasi Muda Mempunyai Tenaga Maksimal

Generasi muda mulai usai 20an hingga 40an ini memiliki fisik kuat dan produktivitas tenaga yang tinggi.

Kondisi ini bisa membuat proses bertani dari menggarap, menyemai, sampai panen menjadi maksimal.

3. Penyumbang Perekonomian

Bidang pertanian di Indonesia ini menjadi sektor penyumbang PDB tertinggi selama pandemi.

Jadi, saat sektor lain kolaps karena berhentinya segala aktivitas perekonomian, industri pertanianlah yang menjadi penyelamat ekonomi.

Termasuk juga UKM-UKM yang menguasai pangsa pasar.

4. Menjadi Petani bukanlah Profesi yang Buruk

Saat ini, masih banyak generasi muda yang menganggap bahwa petani bukanlah profesi yang membanggakan.

Pekerjaan yang behubungan dengan petani ini pasti dikira banyak berkubang dengan lumpur ini sering dipandang sebelah mata.

Namun, terlepas dari risiko dan tantangannya, bidang pertanian ini hingga saat ini terus berkembang dan mengalami perubahan yang positif.

Dimana, sektor pertanian tidak akan pernah sepi konsumen, karena bahan pangan selalu dibutuhkan sepanjang waktu.

Pertanian ini dapat menjadi ladang cuan lewat bisnis ekspor komoditas atau menjual produk sayuran lokal.