Khaldoon Al Mubarak Tegaskan Manchester City Bebas dari Pelanggaran
katamerdeka.com – Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, kembali menegaskan keyakinannya bahwa klub tidak bersalah dalam perkara dugaan pelanggaran regulasi Premier League yang telah berjalan sejak 2023. Ia memastikan sikap klub tidak berubah meski proses hukum masih berlangsung.
Manchester City menghadapi 115 dakwaan yang diajukan Premier League pada Februari 2023. Tuduhan tersebut mencakup dugaan pelanggaran terkait penyampaian informasi keuangan, aturan Profitability and Sustainability, ketentuan UEFA, serta kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses investigasi. Perkara tersebut kemudian dirujuk kepada komisi independen.
Dalam surat terbuka kepada para pendukung City, Al Mubarak mengatakan proses di Premier League masih panjang. Ia juga menegaskan bahwa keyakinan klub untuk membuktikan posisinya tetap sama seperti ketika perkara tersebut pertama kali bergulir.
“Proses di Premier League masih sangat panjang, dan kami sejak awal kasus ini bergulir yakin bahwa klub tidak bersalah,” kata Al Mubarak.
Ia mengaku sebenarnya ingin menjelaskan lebih banyak kepada publik mengenai alasan Manchester City mempertahankan sikap tersebut. Namun, proses hukum yang berlangsung secara rahasia membuatnya tidak dapat mengungkapkan seluruh informasi yang dimiliki klub.
Al Mubarak bahkan mengatakan surat yang disampaikannya kepada para suporter telah beberapa kali diperiksa oleh tim hukum Manchester City agar tidak melanggar ketentuan kerahasiaan.
“Ada banyak hal yang sebenarnya saya ingin ceritakan kepada kalian soal mengapa kami yakin dengan posisi kami. Tapi, karena kami ingin menghormati proses hukum yang berjalan, maka saya tidak bisa melakukan itu. Bahkan saya harus mengirim berkali-kali draft surat ini kepada kuasa hukum kami agar tidak melanggar.”
Premier League pada Februari 2023 secara resmi merujuk dugaan pelanggaran Manchester City kepada komisi independen. Liga menegaskan bahwa komisi tersebut independen dari Premier League maupun klub-klub anggotanya, sementara proses persidangan berlangsung secara tertutup. Putusan akhir komisi nantinya akan dipublikasikan.
Dalam perkembangan terbaru, Manchester City juga menyatakan bahwa proses tersebut masih berlangsung dengan sejumlah tahapan yang belum selesai. Klub kembali menegaskan posisi yang telah disampaikan sejak Februari 2023 dan menyatakan akan menghormati proses hukum yang berlaku.
Al Mubarak mengatakan kebisingan dan berbagai kesimpulan yang muncul di ruang publik tidak mengubah sikap klub. Ia juga menyinggung pihak-pihak yang menurutnya berupaya merusak reputasi Manchester City.
“Sementara itu banyak orang yang terlalu cepat menyimpulkan dan begitu gaduh di luar sana, tidak ada yang berubah. Kita semua sudah menghadapi masalah seperti ini sebelumnya dan bisa mengatasinya. Ada banyak orang yang ingin mengambil kesempatan untuk merusak klub kami. Kami tidak akan biarkan.”
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Manchester City masih mempertahankan pembelaannya terhadap seluruh dakwaan yang diajukan Premier League.
Perkara 115 dakwaan tersebut berbeda dengan sejumlah perkara regulasi lain yang melibatkan Manchester City. Premier League, misalnya, pernah mencapai kesepakatan sanksi dengan City terkait pelanggaran aturan kick-off dan restart pada 2024 dan 2025. Perkara tersebut merupakan proses terpisah dari kasus 115 dakwaan.
Untuk perkara utama yang dirujuk pada 2023, belum tepat menyebut Manchester City telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Hingga perkembangan terbaru, proses terhadap perkara tersebut masih berjalan dan belum menghasilkan putusan final yang menyatakan klub bersalah maupun menentukan sanksinya.
Al Mubarak pun menutup suratnya dengan kembali merujuk pada pernyataan resmi Manchester City yang diterbitkan pada September 2026 serta pernyataan klub ketika dakwaan pertama kali diumumkan pada Februari 2023.
Manchester City sejak awal menyatakan menyambut pemeriksaan oleh komisi independen dan meyakini terdapat bukti yang mendukung posisi klub. Dengan proses yang masih berlangsung, keputusan akhir terkait dugaan pelanggaran tersebut masih menunggu penyelesaian tahapan hukum yang berlaku di Premier League.








Comment