Jajang Rahmat Solihin Usung Lima Prioritas, Dorong PPNI Kembali untuk Anggota
JAKARTA – Dr. Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep., Sp.Kep.Kom. menyatakan kesiapannya maju sebagai Bakal Calon Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) periode 2026–2031.
Dalam pencalonannya, Jajang mengusung semangat “PPNI Kembali untuk Anggota, Bersama Membangun Keperawatan Indonesia” dengan menempatkan perlindungan, kesejahteraan, peningkatan kompetensi, daya saing global, dan penguatan posisi perawat dalam kebijakan sebagai lima prioritas utama.
Menurut Jajang, organisasi profesi harus mampu hadir secara nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi perawat, mulai dari perlindungan hukum, kesejahteraan, hingga akses terhadap peningkatan kompetensi.
“PPNI bukan milik pengurus dan bukan milik elit. PPNI adalah rumah kita semua. Organisasi harus hadir untuk melindungi, menyejahterakan, dan memberikan ruang bagi perawat untuk terus berkembang,” ujar Jajang dalam keterangannya.
Lima Prioritas Perjuangan
Jajang menjelaskan, prioritas pertama yang diusung adalah Perawat Terlindungi, yakni penguatan perlindungan hukum dan profesi bagi anggota PPNI.
Ia berencana memperkuat Badan Bantuan Hukum (BBH) dengan sistem layanan pengaduan yang lebih terbuka, mudah, dan cepat melalui sistem keanggotaan digital.
Menurutnya, perawat yang menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesinya harus mendapatkan pendampingan organisasi secara cepat dan terstruktur.
Prioritas kedua adalah Perawat Sejahtera. Jajang mendorong pembentukan badan khusus yang berfokus pada advokasi kebijakan kesejahteraan perawat.
Ia juga menggagas pengelolaan iuran organisasi yang lebih transparan dan produktif agar manfaatnya dapat kembali kepada anggota melalui berbagai program, seperti beasiswa, bantuan pengembangan usaha, maupun dukungan jaminan sosial.
Prioritas ketiga adalah Perawat Bertumbuh, dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional berkelanjutan.
Jajang menggagas pembentukan Dewan Pakar yang berperan dalam monitoring dan evaluasi serta penguatan berbagai himpunan keperawatan.
Ia juga menargetkan tersedianya program pelatihan kompetensi yang dapat diakses anggota secara gratis dan berkelanjutan, dengan sertifikasi yang relevan terhadap kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan dan ketentuan pemerintah.
Selanjutnya, melalui program Perawat Mendunia, Jajang ingin memperkuat daya saing perawat Indonesia di tingkat internasional.
Program tersebut diarahkan pada peningkatan kompetensi berstandar global, kemampuan bahasa asing, serta penguatan akses terhadap peluang kerja di luar negeri yang aman, profesional, dan terlindungi.
Adapun prioritas kelima adalah Perawat Berpengaruh, yakni meningkatkan keterlibatan organisasi profesi dalam proses penyusunan kebijakan yang berkaitan langsung dengan dunia keperawatan.
Jajang menilai perawat tidak seharusnya hanya menjadi objek dari kebijakan, tetapi harus memiliki ruang lebih besar dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun daerah.
“Suara perawat harus didengar dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut profesi, pelayanan kesehatan, dan masa depan keperawatan Indonesia,” katanya.
Dorong Organisasi Lebih Dekat dengan Anggota
Jajang mengatakan keputusannya maju dalam kontestasi Ketua Umum DPP PPNI dilandasi keinginan untuk membangun organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan anggota.
Ia berharap PPNI ke depan dapat menjadi organisasi yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan organisasi profesi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para perawat di seluruh Indonesia.
“PPNI harus menjadi rumah yang melindungi ketika anggota menghadapi persoalan, membantu ketika anggota mengalami kesulitan, serta menjadi tempat bagi seluruh perawat untuk berkembang dan membanggakan profesinya,” ujarnya.
Jajang juga mengajak seluruh anggota PPNI dari berbagai daerah untuk memberikan masukan terhadap gagasan serta program yang diusungnya menuju kepemimpinan DPP PPNI periode 2026–2031.
Ia menegaskan, semangat “PPNI Kembali untuk Anggota” diharapkan menjadi gerakan untuk memperkuat kembali peran organisasi sebagai wadah perjuangan dan pengembangan profesi perawat Indonesia.








Comment