JAKARTA – Pembunuhan mutilasi di Papua gegara jual beli senjata api. Bahaya sekali jika aparat TNI terlibat jual beli senjata api. Apalagi di Papua yang masih gencarnya sparatis Papua.

Penyelidikan terhadap kasus mutilasi oleh oknum TNI terhadap warga di Papua memang masih terus berjalan. Adanya fakta baru berupa jual beli senjata api semakin menampar wajah TNI kita. Terlebih dijualnya ke pihak musuh dalam hal ini Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB).

Oknum TNI yang melakukan jual beli senjata di tengah konflik ini benar-benar tak tahu malu. Apalagi bila sampai membunuh dan
memutilasi korban, sungguh perbuatan biadab.

Fakta dugaan transaksi senpi itu awalnya disampaikan oleh Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai dugaan adanya indikasi jual beli senjata perlu didalami.

“Yang juga paling penting di luar konteks ini (mutilasi warga) ya kalau itu memang benar misalnya ada pemberitaan terkait membawa duit katanya juga untuk jual beli senjata, isu ini isu signifikan,” kata Anam, kepada wartawan, Rabu (31/8).